Jumat, 13 Februari 2015

Untuk Kamu-ku..

Selamat pagi, 14 Februari..
...
Selamat pagi, Kamu..

Aku ingin bercerita, pagi ini pagiku ramai sekali.. Ya, ramai.. sebab rasanya bunga-bunga yang selama ini bermekaran di hati menuntut bisa keluar dari kepala. Mengunjungimu lewat kata-kata mesra yang nyata. Menghadiahimu hatiku. Memintamu menjadi semestaku. Tapi aku belum seberani itu, pikirku.

Pagi ini, aku ingin memberitahumu sesuatu.. maaf jika terasa agak tergesa, tetapi kupikir, aku tak bisa tak rinci menjelaskannya. Untukmu, aku mau menulis hatiku.

Ini pengakuanku..

Aku kira aku sudah jatuh cinta. Padamu. Pemilik senyum manis dan tatap mata malu-malu yang membuat rongga perutku disesaki kupu-kupu. Jika kamu pikir aku berlebihan, mungkin itulah kelebihanku menggambarkanmu. Tetapi itu nyata, senyata-nyatanya rasa yang muncul tiba-tiba sejak pertama menatap wajahmu walau tak lama. Aku pikir sampai batas aku mampu berpikir bahwa mungkin jatuh cinta padamu itu takdir.

Aku suka kamu. Suka senyummu. Suka tatapmu. Suka ekspresi wajahmu. Suka cara berbicaramu. Suka gaya rambutmu. Suka dudukmu. Suka berdirimu. Suka diammu. Suka malu-malumu. Suka tawamu. Suka bingungmu. Suka suaramu.. Ahh, aku pikir aku suka semuamu. Apapun itu yang ada di dirimu, tanpa terkecuali.

Sedikit kusadar aku suka, lantas menggebu aku jatuh cinta. Malam itu, ya.. aku tahu aku jatuh cinta, padamu, pemilik senyum manis yang memaniskan hatiku.

Aku memang jatuh cinta dan pada hatimu aku mengiba, tetapi jujur ini tidak bisa lama-lama.. aku memang tidak bisa langsung memintamu untuk menjadi duniaku, tetapi aku sedang merayu Tuhanku, barangkali Ia berkenan menghadiahiku hatimu, hidupmu, dan masa depan kita, padaku.

Kubilang aku tak bisa jatuh cinta berlama-lama.

Memang, ya..
Aku takut Tuhanku cemburu. Andai memang namamu yang tertulis di Lauful Mahfuz sebagai imamku, izinkan aku memantaskan diri terlebih dulu. Agar kelak saat hati kita bertemu, maka aku adalah apa yang kamu mau dan perlu. Tak perlulah berharap setinggi itu menjadi bidadarimu, cukup menjadi makmummu yang berdiri dan meng-aamiin-kan semua doamu, berdiri di belakangmu, mendengarkan keluh-kesahmu, memeluk di tiap gelisahmu, dan menuju JannahNya denganmu..

Sungguh, aku mau yang seperti itu. Bukan keinginan yang egois biasa memilikimu sementara waktu.. tetapi inginku lebih egois dari itu. Memintamu menjadi rekan hidupku menapaki setapak demi setapak waktu menuju akhir hidup kita berjumpa dengan-Nya.

Aku malu menulis ini, sejujurnya.
Tetapi tak apa, sebab pagi ini aku selangkah lebih maju untuk melukiskan hatiku tentangmu. Aku tahu aku wanita.. tetapi tak salah kan jika aku menuliskan surat ini untukmu, lelaki yang dengan tatapnya saja membuat aku bahagia?

ahh, sudahlah.. tak elok terlalu banyak kata. Jika Tuhan belum berkenan membuatmu ada dipelukan, setidaknya Ia tak keberatan membiarkan aku memelukmu lewat doa. :)

Sekian, kamu-ku..

Semoga harimu menyenangkan dan segala sesuatu yang baik selalu mengelilingimu. Aamiin.

-Antengrlalanissa-


6 komentar:

Bukan Blog Biasa mengatakan...

Tuhan pasti mengijinkan jika itu yang terbaik :)

Unknown mengatakan...

Keren sist (y) puitis ^_^

Kunjungan balik nya sist
http://belajardasarbahasainggris.com/

brian mengatakan...

aamin

Anteng R. Lalanissa mengatakan...

aamiin fikri. :) terima kasih

Anteng R. Lalanissa mengatakan...

terima kasih kak adian :) iya kak, sudah berkunjung ke blognya :)))

Anteng R. Lalanissa mengatakan...

aamiin :)

Posting Komentar