Senin, 23 Maret 2015

Iya-in Aja (3)

Apalah aku yang hanya berupa keping-keping rindu. Merinduimu yang selalu merinduinya. Sedang berhenti aku tak bisa.

Kusebut kamu malu-malu dalam doa. Tetapi malaikat bilang, kau selalu menyebut namanya.
Sedang di langit jumlah doa kita sama.
Aku yang dapat kamu atau kamu yang dapat dia?

Entahlah.

Apalah.

Sudahlah.

Biarkan saja doa ini terselip di lipatan-lipatan langit.

Biarkan mereka mencari tempat sembunyi sendiri-sendiri.

Biar saja mereka lari. Biar saja mereka tak kembali.

Biar saja kita seperti ini. Sebab aku dan kamu adalah kisah yang belum berhenti.

-Antengrlalanissa-
Yang tengah malem masih seger matanya. Ntah nulis apa, pokoknya iya-in aja.
:))

Iya-in Aja (2)

Akan selalu ada wanita yang lebih dari saya, tetapi saya percaya..
Akan ada lelaki yang ikhlas dan sedia menerima saya apa adanya.
Diterima apa adanya bukan berarti membuat saya memberi seadanya, bukan?

Akan selalu ada lelaki yang lebih dari lelaki yang nantinya bersama saya.
Tetapi saya percaya, dia yang dipercaya Tuhan untuk saya jaga adalah yang terbaik menurut versi-Nya.

Betapa banyak sesuatu yang saya (paksa) anggap baik, ternyata lebih baik jika tak bersama atau tak saya punya.
Betapa ada juga yang saya (paksa) kira tidak baik, ternyata adalah kebaikan yang sebenarnya.
Betapa Tuhan itu Mahabaik, hanya saja kadang saya terlalu memaksa apa yang saya pinta padahal sebenarnya Tuhan selalu memberi lebih dari perkiraan saya.

Semesta kerap senang bercanda dan saya dengan bodohnya terlalu serius menanggapinya.

:))

Untuk seseorang yang akan menjadi "sahabat" saya nantinya,

Mari kita susuri semesta, membuat banyak cerita, muda dalam menua, hidup lucu bersama, dan bahagia dengan cara kita di jalan-Nya.

Saya selalu percaya dengan nasihat lama..
"Semua akan indah pada waktunya"

Semoga kamu juga percaya.


-Antengrlalanissa-

Selasa, 17 Maret 2015

Sini Kuberi Tahu

Menurutmu aku hanya mencintai lewat kata-kata?
Sini.
Dekat denganku.
Coba buat aku jatuh cinta.
Dan kubuat kamu bilang : dicintai itu luar biasa.          

Kamu bilang, aku punya banyak cerita lama. Menyimpan rangkaian nama-nama.
Kuakui : Ya. Aku belajar berkat mereka. Dan inilah aku yang kini dikenalimu. 

Kamu permasalahkan aku yang dulu.
Masih kubilang : ini aku. Yang sekarang. Mencintaimu dan memperbaiki diri untukmu. Jika laluku masalah buatmu, kemudian, kubuka pintu lebar-lebar untuk kamu silakan pergi.

Kamu tanya apa aku untuk yang dulu masih menyimpan perasaan?
Dengar sini.
Kubilang padamu aku menyimpan kenangan.
Perkara perasaanku..
Ini.
Pahami dan rasakan sendiri.

Kamu diamkan aku sebab aku diamkanmu.
Baik.
Kuberitahu kamu sesuatu.
Dengan siapapun nanti aku muda dalam menua
Kubilang: kamu sekarangku.

Jika adalah kamu, maka sepanjang hidupku, hanya akan ada kamu dan masa depan kita.
Jika bukan kamu,
Maka akan ada dia yang nanti kusebut sebagai sekarangku dan masa depanku.

Kamu pikir aku mudah berpindah hati?
Tidak. Sama sekali.

Tunggu.
Coba kupikir sekali lagi.

Kujawab kali ini : Ya
Tidak mudah, tetapi tahulah, aku bukan hati yang mudah menyerah

Aku dilengkapi hati secanggih itu dari Tuhanku.
Menerima keputusanNya.
Jika sulit, maka dekatkan diri.
Setelah itu,
Dia akan memberi kisah yang lebih baik dari sakit hatiku.

Kamu takut aku pergi?
Sini.
Genggam tanganku.
Lihat, sekuat apa bertahanku dalam genggamanmu.

Dengar sini.
Aku bicara.

Aku tak akan berlama-lama dan berpanjang-panjang cerita.

Ini aku.
Aku dulu, sekarangku, dan masa depanku.
Ini sajadahku, siap kubentang dibelakang sajadahmu.
Ini bandelku, mau dibimbingmu.

Ini aku.
Dengan semuaku.

Paham, sekarang?

Seperti ini kuberi tahu kamu.



-Antengrlalanissa-

Ini Aku

Kuperkenalkan padamu, ini aku.
Jika kamu tanya aku sedang apa, maka akan kujawab sedang membereskan hatiku.
Jika kamu tanya, aku membereskan hatiku dari apa, maka kujawab lagi dari masa lalu.
Aku tak mau lagi mengotori hatiku.
Itulah sebabnya, kubersihkan sebersih-bersihnya dari yang lalu lalu.
Agar kamu nyaman menempati hatiku yang baru.
Lantas kita bisa bercinta di sana tanpa malu-malu.
Selamanya.
Hanya aku. Kamu. Kita.



-Antengrlalanissa-

Jumat, 13 Maret 2015

Hatimu itu seperti pulangku di masa depan nanti, Tuan.
Entah karena itu satu-satunya jalan atau sejauh apapun aku mencari persimpangan, tetap hatimu sebagai tujuan.

Tak paham.

Aku berjalan menuju perhentian. Dan sungguh, di tiap-tiap langkahku menujunya, tak luput kuminta kamu sebagai berhentiku.

Rahasiaku.
Kepada Tuhan aku tak malu-malu memintamu.
:)

-Antengrlalanissa-

Senin, 09 Maret 2015

Aku Tahu Dia


Aku kenal seorang wanita
Parasnya biasa saja tetapi kupikir dia memesona.
Setidaknya aku terpesona sebab kulihat ia berusaha membawa tawa di mana saja.
Semacam luka seperih apa jika kau bersamanya maka sakit itu tak kau rasa.

Aku tahu ia masih banyak kurangnya, tetapi kulihat ia mencoba memperbaikinya. Dan aku senang memperhatikannya.

Aku tahu kisah lalunya.
Kulihat dia pernah terjatuh-bangun-terjatuh lagi-terseok-seok-merangkak-bahkan merayap melewati hari-harinya dan kulihat ia tak menyerah begitu saja.

Aku kenal orang-orang di sekelilingnya. Yang mencintainya, yang belum mencintainya. Yang dirindukannya, yang dibiarkannya. Yang memedulikan, yang mendiamkan. Yang mencoba selalu ada, yang ada saat tertentu saja. Aku kenal semua bagian demi bagian di sekelilingnya.

Aku tahu beberapa kesukaannya. Aku tau
Dia suka jika sedang diomeli ibunya.
Dia suka mendengar ayahnya bicara.
Dia suka menggoda adiknya.
Dia suka memeluk bonekanya.
Dia suka putih-hitam-merah muda- coklat-biru.
Dia suka sekali lagu.
Dia suka sekali bolu.
Dia suka sekali susu.
Dia suka...
Menuangkan cintanya dalam kata-kata.

Selain sukanya, aku rasa aku mengenali beberapa tidak sukanya.
Dia tidak suka tidurnya terganggu.
Dan dia tidak suka perasaan yang palsu.
Kucoba mengingat lagi, tetapi yang kutahu baru itu.

Aku kenal dia.
Dan sadar aku mencintainya.
Aku sayang dia
Dan aku bangga padanya.

((Ucapku sambil berkaca.))

Untuk aku, aku bangga padamu.

-Antengrlalanissa-
 

Sabtu, 07 Maret 2015

Semoga Adalah Kamu

Ini hatiku. Kubiarkan ia ada di genggamanmu.
Lalu terserah maumu akan kau apakan hatiku.

Ini diamku. Kubiarkan mulutku terkunci, tetapi untukmu ada doa yang tak pernah berhenti.

Ini cemburuku. Untuk kamu yang belum tahu bahwa kamu semenarik itu.

Ini sabarku. Bahwa sesungguhnya aku tak pernah memaksa Tuhan membuatmu menerimaku. Aku menunggu.

Demikian seperti itu pengertian aku cinta kamu. Perkara hati demi hati yang kubagi di setiap aku berpuisi : percayalah aku tidak sedang bercanda menuliskannya.

Buatku, tidak cukup kamu sebagai inspirasi. Nanti, semoga hatimu sebagai tempatku berhenti.

Malam ini,
Kuajari kamu bagaimana mengeja "masa depan"

A.K.U.K.A.M.U.K.I.T.A

Seperti itulah kiranya.

-Antengrlalanissa-

Jumat, 06 Maret 2015

Janji Lama dari Surga

aku adalah apa yang mencintai kamu dengan utuh
dan akan menerimamu seluruh
lantas dengan teguh meminta pada semesta 
semoga menjagamu ketika di perjalanan menemukanku

sebab aku telah berdiri di sini
menantimu di perhentian terakhirku
bukankah dulu, kita berjanji temu di sini saat di surga?
kuharap kamu tak lupa..

jika nanti kamu tiba
dan ada banyak perempuan yang terlihat menunggu di sana
bisakah kamu menemukanku di antara mereka?
Jahat sekali aku meragukanmu. Tentu saja kamu bisa!

aku yang berdiri mengenakan gaun putih dengan kerudung putih dan memegang bunga mawar putih
sepatuku berwarna emas
dan aku mengenakan lipstik merah muda yang kamu suka
ahh, ya. aku lupa. ada hiasan mutiara di kerudungku. semoga kamu suka.
aku ingat, seperti itu kamu meminta.

sekarang,
aku di perhentian ini menunggumu.
hati-hati, sayangku.
baik-baik di perjalananmu. Aku mendoakanmu.

salam
perempuanmu.

-Antengrlalanissa-

Senin, 02 Maret 2015

Percakapan : Siapa yang Lebih Rindu

Perempuan Perindu : Untuk sebuah rindu, kupikir ego itu debu. Katamu juga rindu, nyatanya egomu terlalu. Dimana rindunya? Di bibir saja?

Lelaki Perindu : Kadang sebuah tanya ingin kuungkap... Apakah aku masih candumu?
Bila iya, apakah kau tak rindu candumu?

Perempuan Perindu : Aku rindu. Sempat rindu itu juga kupertanyakan. Tetapi tak datang jawaban darimu. Seolah rindu ini tak ada artinya.

Lelaki Perindu : Rindumu seakan sesuatu yang bisa berlalu, sedangkan aku butuh lebih dari sekadar kata rindu, aku rindu yang lebih jadi ego sekarang, aku menuntut rindumu..karena aku pun rindu yang dalam...masihkah aku candumu?

Perempuan Perindu : Kau bertanya, "Masihkah aku candumu?" Sedang selama ini kau hilang? Pikirmu hati ini apa? Pelarian? Atau hanya sebatas sandaran? Sedang aku menunggu pada tiap detik-detik yang telah berlalu. Terlalu lama.

Lelaki Perindu : Sedetikpun aku tidak bersembunyi apalagi hilang...bukankah aku datang sekarang? Tidak pernah terbesit sedikitpun aku menganggapmu seperti yang kau katakan, maaf bila egoku terlalu besar dari rindumu, tapi aku mengakui, aku juga rindu kamu.

Perempuan Perindu : Rindu ini setiap hari memadat membatu. Kupecahkan saja dia agar kembali menjadi debu. Jadi tak akan lagi kurasa rindu. Sebab rindu ini membuat hati tak lagi sehat menurutku.

Lelaki Perindu : Pecahkan saja rindumu. Buat ia menjadi debu. Sedang aku dengan kerendahan hati yang meninggi menyatakan bahwa aku perindu ulung yang menang perkara merinduimu.

Perempuan Perindu : Aku telah lama menang sedang saat itu kau hilang. Kini kau datang, dan rindu ini hilang. Seimbang, bukan?

Lelaki Perindu : Aku tak hilang. Terserah kau. Kau datang dan hilang, rinduku tetap untuk kau seorang. Silahkan pergi, jika nanti lelah ke mana-mana, temui lagi aku di sini. Dirindu yang masih untukmu.

Perempuan Perindu : Jangan menunggu. Mungkin aku tak kembali.

Lelaki Perindu : Kamu akan kembali. Walau tidak sebagai pelengkap jalan cerita hidupku, tetapi kau selalu sebagai penggenap rindu.
Untuk kamu, rinduku abadi.

Perempuan Perindu : Untukmu, rinduku kubiarkan mati.

Lelaki Perindu : Untukmu, rinduku hidup sendiri.

Perempuan Perindu : Untukmu, tak ada lagi 'untukmu-untukmu'. Aku pergi.

Lelaki Perindu : Jangan lupa. Aku rumahmu.

Perempuan Perindu :  :))

*Hati Perempuan Perindu : Aku pulangmu, lelakiku. *



-Antengrlalanissa-