Hari ini saya sedikit bercerita pada si Senja. Ah, iya.. hari ini dia tampil memukau seperti biasa. Masih bersama semilir angin yang terkadang terlampau dingin. Masih ada barisan pohon kelapa yang sekarang keadaannya sudah semakin tua.. saya pikir seperti itu juga kita. Tapi, sudah tidak lagi ada sekumpulan pohon-pohon jati milik siapa yang ada di kejauhan sana. Meski terlihat kosong karena mereka tak lagi ada, tetapi ada hikmahnya juga, siluet Gunung Betung terlihat jelas memanjakan mata.
Kamis, 04 Februari 2016
Hari ini saya sedikit bercerita pada si Senja. Ah, iya.. hari ini dia tampil memukau seperti biasa. Masih bersama semilir angin yang terkadang terlampau dingin. Masih ada barisan pohon kelapa yang sekarang keadaannya sudah semakin tua.. saya pikir seperti itu juga kita. Tapi, sudah tidak lagi ada sekumpulan pohon-pohon jati milik siapa yang ada di kejauhan sana. Meski terlihat kosong karena mereka tak lagi ada, tetapi ada hikmahnya juga, siluet Gunung Betung terlihat jelas memanjakan mata.
Minggu, 20 September 2015
Setidaknya ada yang kusyukuri di tengah ramainya pikiranku tentang keadaan yang tak begitu baik ini.
Adanya kamu. :)
Tuhan Mahabaik memang tentang segala hal yang sama sekali tak ada dalam kepalaku.
Dia menitipkan kamu dalam hatiku :)
-Antengrlalanissa-
Senin, 24 Agustus 2015
Membisikimu, Syarifah
Syarifah.. Iya kamu..
Mari sini, aku ingin membisikimu sesuatu.
*Dengan senyum malu-malu, kamu mendekatkan telingamu*
Seperti ini aku membisikimu...
Akhir-akhir ini aku sering disapa oleh rekan-rekanku.
Mereka bukan hanya menyapa dan menegur bahkan curhat.
Terkadang aku lewat toko. Rekan-rekanku menyapa.
Seperangkat alat sholat dan emas sekian gram.
Aku lewat hajatan. Kawan-kawanku juga menegur.
Pelaminan beserta perangkatnya.
Aku lewat KUA pun sering dipanggil untuk mampir sejenak.
Sepasang buku mirip paspor berwarna merah dan hijau.
Bahkan aku lewat masjid. Masjid pun mencurahkan isi hatinya.
Ia rindu lantunan suci nan sakral ijab qobul. Rindu kehadiran wali, mempelai, dan penghulu.
Bagaimana? Kamu dengar semua dengan jelas bisikanku?
-Danubrata Dadang-
24 Agustus 2015
Minggu, 23 Agustus 2015
Terpisah Sementara
Syarifah...
Genggamlah jantungku.
Hitunglah detaknya.
Sebanyak itulah rinduku padamu.
Tidakkah engkau tau...
Walaupun jarak kita laksana timur dan barat...
Tapi bait frasa, bait harap ini selalu teruntai selaksa air
yg turun dari bukit ke lembah...
Hari berganti hari.. Bulan berganti bulan..
Masa lalu pun menatap dengan nanar...
Masa kini yang penuh dengan gelombang hampa...
Layaknya tanah berdebu yang lama tak terkena hujan..
Ini resahku, mungkin juga resahmu.
Tapi tenang saja Syarifah... Aku yakin...
Karena kita hanya terpisah sementara, selebihnya kita
akan bersama...
-Danubrata Dadang-
23 Agustus 2015
Selasa, 09 Juni 2015
Terimakasih, Danubrata
A gift from me...
"Ketika menggunakan hati dan logika yang jernih, kita tersadar.
Sesungguhnya wanita bukanlah seperti piala yang diperebutkan antar mereka yang adu strategi agar menang.
Bukan seperti kompetisi yang mengharuskan ada jawara ditiap akhir laga.
Bukan seperti seleksi alam yang pada akhirnya yang terhebat yang bertahan.
Bahwa wanita lebih mulia sekedar hal remeh-temeh tersebut.
Wanita telah dipersiapkan satu, agar dipertemukan dengan satu pria juga.
Wanita yang pantas akan bersanding dengan pria yang berkualitas.
Pria yang kurang berkualitas hanya akan membawa cinta di dada dengan sekonyong-konyong 'aku suka kamu' atau 'aku sayang kamu' dan kata pemanis tapi terdapat kontra indikasi.
Sedangkan, pria yang berkualitas akan paham, bahwa cinta yang dilanjutkan dengan kasih sayang akan membawa pada rasa yang menentramkan."
Selamat ulang tahun Anteng Rairiati Lalanissa
Danubrata Dadang, 9 Juni 2015
Minggu, 24 Mei 2015
#3
Selasa, 05 Mei 2015
PERGIMU
Bandarlampung ,4 Mei 2015. 20:18



