Senin, 27 April 2015

#2

Aku pencinta yang tak malu-malu.
Kamu mungkin akan ragu.
Tapi, sini.
Kupeluk dulu kamu.

-Antengrlalanissa-

Minggu, 26 April 2015

#1

Pada setiap senyum yang kamu punya, mungkin ada sisa duka yang melekat di sana.
Kuatlah.
Sebab ada yang mengagumi senyummu tanpa tahu luka-lukamu.


-antengrlalanissa-


Minggu, 12 April 2015

Kutulis aku untuk kamu.

Menulis kisah cinta itu tak pernah ada habisnya.
Menulis puisi cinta juga tak pernah ada matinya.
Segalanya tentang cinta memang tak pernah ada batasnya.

Anggaplah aku gemar menulis perasaanku.
Mencetak sajak-sajak merah jambu atau melukiskan kelabu.
Menceritakan aku. Semuaku.

Kelak,
Ketika aku tak lagi ada, supaya kamu tak khawatir hendak merindukan aku kemana.
Kutulis aku untuk kamu baca sewaktu-waktu.
Mengenangku.

Kutulis aku. Dan mungkin nanti berikut tentang kamu.
Sebab. Inilah caraku mencintaimu dan menghidupkan aku. Dalam kamu.

-Antengrlalanissa-

Maukah Kamu?

Aku selalu tertawa banyak-banyak mengingat aku.
Betapa hidup mengajarkan kebandelan-kebandelan yang tak satu-satu.
Betapa semesta menghadirkan penggal-penggal kisah yang selalu baru.
Betapa semesta juga dengan baiknya membungkus yang lalu-lalu.
Tanpa celah yang sekiranya akan menyulitkan aku membawanya dalam perjalanan-perjalananku.

Ada wajah teman-teman SDku. Ada kisah-kisah seru, dulu. Ada masa kecil yang kupikir masa kecil terseru yang pernah ada dalam pentas semesta.

Lantas ada wajah-wajah dalam keseharianku meremaja. Sahabat-sahabat SMP. SMA.
Kisah-kisah terkeren yang kupikir selalu bisa kubaca kapan saja di masa tua.

Kemudian ada wajah-wajah kalian semua yang menemani saat mendewasa.
Merangkai cerita yang nantinya akan kudongengkan pada semesta.

Ada wajahmu juga. Aku tahu.
Kiranya...
Maukah kamu mendongeng bersamaku? :)

-Antengrlalanissa-