Minggu, 12 April 2015

Kutulis aku untuk kamu.

Menulis kisah cinta itu tak pernah ada habisnya.
Menulis puisi cinta juga tak pernah ada matinya.
Segalanya tentang cinta memang tak pernah ada batasnya.

Anggaplah aku gemar menulis perasaanku.
Mencetak sajak-sajak merah jambu atau melukiskan kelabu.
Menceritakan aku. Semuaku.

Kelak,
Ketika aku tak lagi ada, supaya kamu tak khawatir hendak merindukan aku kemana.
Kutulis aku untuk kamu baca sewaktu-waktu.
Mengenangku.

Kutulis aku. Dan mungkin nanti berikut tentang kamu.
Sebab. Inilah caraku mencintaimu dan menghidupkan aku. Dalam kamu.

-Antengrlalanissa-

0 komentar:

Posting Komentar