Apalah aku yang hanya berupa keping-keping rindu. Merinduimu yang selalu merinduinya. Sedang berhenti aku tak bisa.
Kusebut kamu malu-malu dalam doa. Tetapi malaikat bilang, kau selalu menyebut namanya.
Sedang di langit jumlah doa kita sama.
Aku yang dapat kamu atau kamu yang dapat dia?
Entahlah.
Apalah.
Sudahlah.
Biarkan saja doa ini terselip di lipatan-lipatan langit.
Biarkan mereka mencari tempat sembunyi sendiri-sendiri.
Biar saja mereka lari. Biar saja mereka tak kembali.
Biar saja kita seperti ini. Sebab aku dan kamu adalah kisah yang belum berhenti.
-Antengrlalanissa-
Yang tengah malem masih seger matanya. Ntah nulis apa, pokoknya iya-in aja.
:))




0 komentar:
Posting Komentar