Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis.
Rabu, 18 Februari 2015
Kamu bukan Kamuku Lagi
Sontak semua mata pengunjung yang sedang makan siang
di sini melihat ke arah kami.
“Astaga, kasihan sekali wanita itu.”
“Apa yang lelaki itu lihat dari wanita itu. Jelas saja
kekasihnya lebih cantik parasnya.”
“Namanya juga lelaki buaya. Pasti hanya senang
mencari lubang buaya.”
“Kasihan sekali wanita cantik itu, menangis hanya
untuk lelaki seperti itu.”
“Jika disia-siakan lelaki seperti itu, sebaiknya
denganku saja.”
“Pasti terlibat cinta di kantor” Ucap seorang yang
duduknya paling dekat dengan meja kami.
“Pasti hanya untuk teman kencan
semalam.”
Aku berdiri menatap Deva yang saat ini kuyup di
hadapanku bersama wanita entah siapa yang sedari tadi ditatapnya mesra.
“Sudah Mbak, kalau itu aku, sudah kutampar dari
tadi.”
Aku menatap Deva yang tak bersuara.
Aku menatap wanita itu yang tak berani angkat
kepala.
“Deva, jangan pernah pulang padaku. Selamanya!”
Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis.
Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar