Selamat malam, kamu..
Yang pada malam-malam lalu kupeluk dengan rindu, tetapi hari ini kubilang "tidak lagi.."
Malam ini hujan.. aku kesepian..
Dan sempat rindu itu mengharapkan teman, tetapi kutahan..
Bukankah sakit jika rindu itu tak terbalaskan?
Bukankah letih jika rindu itu tak tersampaikan?
Dan bukankah lelah jika rindu itu... sendirian?
...
...
Rinduku ini bertuan..
Tetapi tak berteman..
Semacam tak ada pelukan yang jadi tempatnya pulang.
...
Rindu ini terabaikan.
Aku diam sejenak..
Tiba-tiba Hati bersuara.. "Aku rindu, dia. Bolehkah?"..
Aku diam.
Pikiran menjawab.. "Tidakkah lelah? Tidakkah engkau ingin menyudahi? Tidakkah aku yang tahu sakitmu ketika segala rindu beserta anganmu menguap begitu saja?"
Hati berkaca-kaca.. lantas dengan suara bergetar ia bertanya.. "Aku harus apa?"
Pikiran diam dan tersenyum. Sejenak menarik napas kemudian berkata "Tidakkah kamu bosan?" :)
...
Hati tertunduk.. lantas lirih ia berujar.. "Lelah.... sekali.."
...
Pikiran diam.. menatap Hati.. bangkit. Memeluk.. Lantas berbisik.. "Mari pergi. Rumahmu bukan di sini.. Jika dia, maka dia akan ada, nantinya. Jika bukan dia, setidaknya kau pernah bahagia merinduinya.."
...
Aku diam.
Hati diam.
Pikiran diam.
...
Dan rindu pun menguap diam-diam..
Aku...
Terselamatkan.
-Antengrlalanissa-




4 komentar:
rindu dikebumikan dimana mbak? hehe
hehe, di suatu tempat bernama kepala
awas mbak jadi jerawat batu ntar :D
awas mbak jadi jerawat batu ntar :D
Posting Komentar