Katakanlah untukmu, minatku ada.
Tersedia dengan suka rela.
Tak ada tapi-tapi. Semua memang ada.
Katakanlah untuk tawamu, jenakaku ada.
Konyol di depanmu aku siap sedia. Bahkan, tak perlulah kamu sampai meminta.
Katakanlah untuk sepimu, aku mencoba ada.
Menemanimu lewat kata demi kata. Maaf saja, di dekatmu aku belum bisa.
Katakanlah untuk sibukku, kamu selalu di kepala.
Menggedor-gedor tiap pintunya sampai aku harus mengikat tanganku agar tak selalu membukanya.
Ya.. banyak katakanlah-katakanlah yang aku sediakan untukmu.
Siap sedia untuk segalamu.
Tak ada tapi tapi dariku.
Tetapi kamu?
Untukku.. ada entah berapa tetapi yang kamu punya.
Aku sampai tak berani menghitungnya sebab takut tahu jumlahnya.
Bagimu, segala tapi-mu itu pantas untukku.
Buatku, segala tapi untukmu itu tak perlu.
Sebab untukmu, meski tak ada alasan aku tetap bertahan.
Untukku, meski kubuat berbagai alasan, kamu tak akan mengiyakan.
Katakanlah aku akhirnya mampu bosan.
Setelah ini mungkin aku pergi. Kulihat, pulangku bukan untukmu. Sedang hatimu... bukanlah rumahku.
-Antengrlalanissa-




8 komentar:
katakanlah.. aku hanya ingin menasihati
beranjaklah dari tepi
karna ku tahu dirimu lebih berarti,,
katakanlah, itu kukatakan untuk segera pergi. terima kasih sudah mengatakan dan menguatkan. *halah.. :)))
masama sayang ^^ . *halah balasan apa ini =D
sip
Hehe. Terima kasih
ada yg terlalu cepat memutuskan utk pergi, ada juga yg terlambat menyadari, waktu memang tak bisa diputar kembali #udahgituaja
Ini brian yg sama atau brian yg berbeda? Iya. Bener. Kadang hidup selucu itu.
yg sama, sama seperti dulu hehe
Posting Komentar