Senin, 19 Januari 2015

Bukan Gombal Biasa

Untuk detik-demi detik yg hadir di tengah sunyi kita, aku tau kita saling memahami lewat kata-kata yang bersarang di kepala. Meredam hati meningkatkan toleransi. Untuk lelaki seperti kamu, aku rela mencintai.
Untuk huruf-demi huruf yang menjadi saksi di tiap puisi kita, sumpah, kerinduan ini nyata. Senyata aku yang tidak pernah tidak merindukan kamu.
Untuk tetes-demi tetes rindu yang membasahi pelupuk mata, percayalah, jika rindu itu benda nyata, maka sudah tentu kamu adalah wujudnya.
Untuk gelak-demi gelak tawa diam-diam dalam ingatan tentang kamu, sudahlah.. aku tak perlu seromantis ini menceritakan setiap detail  bahagiaku karna kamu.
Biar saja, kalau kamu sejatiku, maka suatu hari kamu akan kembali.
Bagaimana jika bukan? Ahh, hati ini terlalu kerdil untuk tak menerima keputusan Tuhan. Sebab di tawamu, tawaku bermuara

Antengrlalanissa

2 komentar:

brian mengatakan...

nice word (y)

Anteng R. Lalanissa mengatakan...

terima kasih, brian :))

Posting Komentar