Sabtu, 31 Januari 2015

Aku (tak) seberani itu

"Hei :)"

Satu kata itu. Ya.. satu kata itu.
Satu kata yang kutahan sekuat hati agar tak lari menyapamu.

Bercakap denganmu melalui chat saja aku tak berani.
Apa yang bisa kuharapkan saat bertemu nanti.
Benar ini malu yang benar-benar.

Rasa ini diam-diam telah ada.
Rasa ini diam-diam berbunga.
Dan rasa ini diam-diam telah berakar berbuah di sini.
Di hati.

Semacam ada kekuatan entah dari mana mengekang rasa ini.
Kutakut dia lari. Atau lebih tepatnya, aku yang lari menghampirimu, menjeritimu dengan lantangnya mengucapkan "Aku Cinta Kamu Dari Dulu"
Tetapi sudahlah..
Segila ini aku menggilaimu, bukan berarti aku mengharuskanmu tahu.
Sebab mencintaimu dalam ketidaktahuanmu itu bahagiaku.

-AntengRLalanissa-

7 komentar:

brian mengatakan...

beruntungnya si"kamu", andai dia tahu

Anteng R. Lalanissa mengatakan...

Andai dia tahu :)) semoga Tuhan membuat dia tahu :))

brian mengatakan...

trus kalo tahu, apa yg mbak lakuin? hehe

brian mengatakan...

trus kalo tahu, apa yg mbak lakuin? hehe

Anteng R. Lalanissa mengatakan...

ngga ngelakuin apa-apa.. biar Tuhan yang menulis cerita selanjutnya. baru aku lakuin apa peranku di cerita itu :)

brian mengatakan...

sip dah... skenario kehidupan Tuhan telah tentukan. tinggal manusianya sendiri yg harus belajar tentang naskah kehidupan

brian mengatakan...

sip dah... skenario kehidupan Tuhan telah tentukan. tinggal manusianya sendiri yg harus belajar tentang naskah kehidupan

Posting Komentar