Sebab hujan ini begitu syahdu. Bagai nada-nada sendu yang mengeja namamu.
Nama yang semudah itu aku lantunkan dalam doa, tapi sulit kuucap sebagai kata di dunia nyata.
Sebab hujan ini begitu syahdu. Aku rindu kamu, tetapi aku malu.
Malu yang malu-malu.
Diam yang malu-malu.
Dan aku memintamu pada Tuhan dengan malu-malu.
Aku suka kamu.
Suka sekali.
Karna aku adalah pemalu yang malu-malu mau kamu..
-Antengrlalanissa-




2 komentar:
Jarang-jarang nemu surat puitis gini :)
Haha. Terima kasih, fikri :)))
Posting Komentar