Jumat, 13 Maret 2015

Hatimu itu seperti pulangku di masa depan nanti, Tuan.
Entah karena itu satu-satunya jalan atau sejauh apapun aku mencari persimpangan, tetap hatimu sebagai tujuan.

Tak paham.

Aku berjalan menuju perhentian. Dan sungguh, di tiap-tiap langkahku menujunya, tak luput kuminta kamu sebagai berhentiku.

Rahasiaku.
Kepada Tuhan aku tak malu-malu memintamu.
:)

-Antengrlalanissa-

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Semoga Allah menuntun ke perhentian terbaik :)

Anteng R. Lalanissa mengatakan...

Aamiin. Semoga semua berhenti di perhentian terbaik.

Posting Komentar