Hatimu itu seperti pulangku di masa depan nanti, Tuan.
Entah karena itu satu-satunya jalan atau sejauh apapun aku mencari persimpangan, tetap hatimu sebagai tujuan.
Tak paham.
Aku berjalan menuju perhentian. Dan sungguh, di tiap-tiap langkahku menujunya, tak luput kuminta kamu sebagai berhentiku.
Rahasiaku.
Kepada Tuhan aku tak malu-malu memintamu.
:)
-Antengrlalanissa-




2 komentar:
Semoga Allah menuntun ke perhentian terbaik :)
Aamiin. Semoga semua berhenti di perhentian terbaik.
Posting Komentar