Rabu, 26 November 2014

Sebab kamu, aku terlalu..

Karena aku terlanjur mencintaimu
Seperti awan yang tak mungkin menarik lagi hujannya

Ahh, biar kamu tau saja
Mencintaimu aku bisa
Seperi lautan yang terus-menerus mengulang buihnya

Merinduimu aku mampu
Seperti kepak sayap kupu-kupu yang membawanya hinggap di seribu bunga

Sebab aku terjerat dalam pekat senyummu yang semacam candu itu
Sebab aku tertangkap pada tatap matamu yang lugu
Sebab aku tanpa sebab menggilaimu

Seharusnya aku berhenti. Sebab hatimu kutahu sudah dimiliki
Tapi apa daya, logika rasanya mati saat tawamu menjadi duniaku

Dalam mau yang menggebu, ingin rasanya  memelukmu dengan terlalu
Bila perlu, sampai kau melesak masuk dalam hatiku.
Lalu tak ada lagi yang bisa menemukanmu selain aku

Tak taukah?
Kau adalah semacam racun yang membuat gila
Tak bisakah kau kembali saja ke surga lalu duduk manis menunggu aku disana?
Di dunia ini aku menggilaimu, tapi tak bisa menjangkaumu.
Mungkin di sana baru aku bisa memilikimu.
Itupun...
bila kamu mau.

-AntengRLalanissa-

2 komentar:

brian mengatakan...

boleh tanya mbak, ini feeling aja sih,, agaknya pengalaman pribadi ya... hehe

Anteng R. Lalanissa mengatakan...

hahaha :)))

Posting Komentar