Pada setiap sajak yang kupijak atas namamu, semuanya mengandung rindu
Ditiap sastra yang kubaca, kamu aku cinta
Seperti ibu yang mendendangkan lagu ninabobo menidurkan anaknya, setulus itu pula aku mencintaimu
Selepas batas kamu mampu membalas, tak sedikitpun aku berharap lebih
Di matamu aku tergelincir
Di sudut senyummu aku menenggelamkan diri
Di hatimu aku menjeratkan harapan
Dengan sendiri.. tanpa paksaan..
Aku sebatas ingin menatapmu berlama-lama
Sebatas mau merekam ekspresi tawamu dalam ingatanku
Tapi hanya sebatas bisa mengagumimu dalam rahasia
Sebab di setiap senjaku, aku lihat kamu. Pasti separah ini aku menggilaimu.
Pikirmu aku bercanda?
Tidak.
Benar aku berharap menjadi esokmu
Menjadi pelukan yang mendamaikanmu
Dan sebagai rumah.. yang selalu menjadi tempatmu pulang.
Semoga aku.
Sebisa mungkin, aku tak mencintaimu
Karna aku terlanjur menggilaimu
Jatuh cinta pada setiap polamu
Tertawa pada setiap garismu
Berduka pada tiap goresanmu
Dan mengagumi pada tiap tatapmu
Betapa sebenarnya kau harus tau
Semudah itu jatuh hati padamu
Tapi sesulit ini membawa kembali hatiku yang terlanjur jatuh karenamu
-AntengRLalanissa-




1 komentar:
move on :)
Posting Komentar