Hari ini saya sedikit bercerita pada si Senja. Ah, iya.. hari ini dia tampil memukau seperti biasa. Masih bersama semilir angin yang terkadang terlampau dingin. Masih ada barisan pohon kelapa yang sekarang keadaannya sudah semakin tua.. saya pikir seperti itu juga kita. Tapi, sudah tidak lagi ada sekumpulan pohon-pohon jati milik siapa yang ada di kejauhan sana. Meski terlihat kosong karena mereka tak lagi ada, tetapi ada hikmahnya juga, siluet Gunung Betung terlihat jelas memanjakan mata.
Kamis, 04 Februari 2016
Teruntuk
lelaki paling tampan ke-sekian sedunia.
..
Hai,...
Ari.
Kaget
ya dapet surat ini?
Haha..
sama kagetnya dengan saya waktu memutuskan menulis ini.
..
Sekarang,
saat ini, saya di tempat biasa kita menikmati senja. Yap! Saya sedang
menyaksikan senja. Senja yang beberapa waktu lalu sering kita saksikan berdua.
Hari ini saya melihat dia dengan sendirian saja. Tanpa kamu. tapi saya pikir
tidak apa-apa. Toh, terkadang ada jarak di antara kita ternyata mampu
melengketkan kita lebih dari yang kita kira.
Hari ini saya sedikit bercerita pada si Senja. Ah, iya.. hari ini dia tampil memukau seperti biasa. Masih bersama semilir angin yang terkadang terlampau dingin. Masih ada barisan pohon kelapa yang sekarang keadaannya sudah semakin tua.. saya pikir seperti itu juga kita. Tapi, sudah tidak lagi ada sekumpulan pohon-pohon jati milik siapa yang ada di kejauhan sana. Meski terlihat kosong karena mereka tak lagi ada, tetapi ada hikmahnya juga, siluet Gunung Betung terlihat jelas memanjakan mata.
...
Senja
menanyakanmu.
...
Dia
cemberut sedikit waktu saya sapa. Dia makin cerewet, saya rasa. Dia sedikit
memaksa supaya saya menjawab kenapa kita sudah jarang mengunjungi dia. Dia
sedikit mengeluh ketika mengatakan bahwa ia melakukan beberapa cara agar kita
tertarik lagi melihatnya. Dia bilang, rindu melihat kita bercanda, bertengkar
sedikit, tertawa, dan bermanja-manja. Ehm.. Dia bilang dia suka kita......
seperti.saya.suka.dia... (dan seperti kamu yang suka saya).. *shy*
Saya
baru tahu ternyata dia senang memperhatikan kita.
Dia
bilang dia suka melihat kamu tertawa. Dia bilang dia suka menyaksikan kita
bercanda. dia bilang suka melihat rambutmu. Suka melihat pipi bakpao kamu. Suka
melihat senyum kamu. Suka mendengar suara kamu. Suka semua tentang kamu...
Oh,
Maaf. Sepertinya itu saya. Haha
Saya
banyak menceritakan kamu kepada Senja. Saya tahu dia menyimak cerita saya meski
jika saya bertanya maka hanya dijawab oleh bias emasnya yang tak pernah tak
indah. Saya pikir, itu semua cukup bagi saya. Biasnya. Hangatnya. Semilir
anginnya. Semua tak pernah tak menenangkan saya, seperti adanya kamu yang
menenangkan dan menyenangkan.
Omong-omong,
saya ingin lagi melihat senja bersama kamu.
Tidak
perlu tergesa-gesa menjawabnya. Kita punya waktu ribuan tahun lagi untuk
kembali menikmati senja, kan? Berdua.
Tapi
kalau bisa, tolong jangan lama-lama, ya?
...
Sekian
surat dari gadis yang katamu paling menarik sedunia
Sekian
surat dari Senja (ini dia memaksa saya menuliskannya) pesannya : Kamu ditunggu
segera!! (tanda seru itu pun dia yang minta)
...
Salam sayang, gadismu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




1 komentar:
#assikk #aribaper
Posting Komentar